Semalt: Teknik yang Akan Membuat Anda Jauh Dari Malware dan Spam

Penipu telah menggunakan jaringan sosial sebagai platform untuk menyebarkan malware dan spam untuk waktu yang lama. Memperoleh malware atau menjalankan jenis spam tertentu tidak dapat dihindari saat menggunakan Facebook, raksasa jejaring sosial.

Namun, Artem Abgarian, Manajer Sukses Pelanggan Senior Semalt , menyatakan bahwa spam dan malware dapat dihindari dengan berbagai cara saat menggunakan Facebook. Mengambil tindakan proaktif dapat melindungi seseorang dari malware dan spam Facebook terbesar dan terbaru. Selain itu, melaporkan malware dan virus berguna dalam melawan bahaya semacam itu di platform jejaring sosial.

Pakar Internet berpendapat bahwa pada suatu saat, email digunakan oleh penjahat cyber dan peretas dalam menyebarkan malware dan virus di web. Saat ini, popularitas media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, yang menyumbang lebih dari dua miliar pengguna di seluruh dunia, telah membuat tugas berbagi peretas malware internet sangat mudah. Sebagai contoh, menurut sebuah penelitian baru-baru ini, para peneliti Riverside menetapkan bahwa hampir setengah dari 12.000 peserta Facebook rentan terhadap malware dan penipuan. Ini menunjukkan betapa mudahnya penjahat internet mampu meretas akun Facebook mana pun. Sebagian besar penipuan selama penelitian melibatkan teknik umpan lama menawarkan hadiah seperti "iPhone gratis" dari posting Facebook.

Bagaimana cara pengguna mengenali dan mencegah spam dan malware di platform Facebook?

Menurut spesialis internet, hal yang paling sulit untuk didekripsi saat menggunakan pesan Facebook adalah apakah pesan itu dari teman atau beberapa penipu yang telah mengkompromikan akun seseorang. Dalam situasi ini, pengguna internet diperingatkan untuk tidak mengklik tautan yang disediakan yang terlihat mencurigakan. Seringkali, posting yang diturunkan dari peretas atau palsu dari pelanggan Facebook berisi tautan ke situs eksternal yang meminta korban untuk mengisi atau memberikan informasi pribadi. Selain itu, penawaran tersebut menggunakan kata kunci seperti Deal, Wow, OMG dan Gratis. Pengguna Facebook harus ingat bahwa jaringan memungkinkan semua jenis tautan dipasang tanpa penyaringan awal. Ini menyiratkan bahwa akun Facebook yang diretas atau pengguna akun asli dapat memposting tautan singkat yang mungkin dialihkan ke halaman phising atau berbahaya.

Facebook, juga mengandung alat, selain antispyware atau antivirus yang dapat dijalankan pengguna jaringan sosial di perangkat mereka untuk melindungi identitas. Dengan demikian menjaga atau menjalankan salinan pembaruan dari perangkat lunak antivirus atau antispyware sangat penting dalam melindungi komputer Anda terhadap malware dan spam. Selain itu, pengguna Facebook didorong untuk mendapatkan edukasi tentang teknik menghindari malware di jejaring sosial seperti Facebook. Facebook juga memiliki bagian "Berita" untuk mendidik pengguna tentang spam dan malware. Bagian ini memberikan saran yang dapat digunakan pengguna untuk melindungi perangkat mereka terhadap malware.

Bagaimana cara pengguna Facebook melaporkan spam, malware, atau akun yang diretas?

Ketika seorang pengguna mencurigai setiap posting yang berisi spam atau tautan jahat, mereka dapat melaporkannya ke Facebook melalui halaman keamanan. Selain itu, pengguna dapat mengklik "X" yang muncul di kanan atas sebuah tulisan. Selain itu, video dan foto berbahaya dapat dilaporkan dengan mengeklik "Laporkan Video" atau "Laporkan Foto Ini." Masalah peretasan akun terkait dapat dilaporkan di Bagian Keamanan Facebook tempat akun tersebut dihentikan sementara menunggu investigasi.